Anak Kesulitan Mendengar, Apakah Pertanda Tuli? Ini Cara Mengatasinya
linkedin alat dengar facebook alat pengeras suara youtube alat untuk mendengar instagram kasoem abd

Anak Kesulitan Mendengar, Apakah Pertanda Tuli? Ini Cara Mengatasinya


Melihat Anak Anda kesulitan mendengar tentu bukan berita baik, Kehilangan pendengaran dapat berdampak serius pada anak-anak dari segala usia. Jangan sampai ini menjadi pertanda tuli.

Ketika pendengaran terpengaruh, itu dapat berdampak pada semua bidang kehidupan anak: keterampilan sosial, bahasa, dan ucapan. Keterampilan ini didapatkan pada tahun-tahun awal kehidupan, oleh karena itu sangat penting agar anak dapat mendengar dengan jelas.

Sebagai orang tua, Anda sudah tentu menginginkan yang terbaik untuk anak Anda, jadi apa yang harus Anda lakukan jika anak Anda mengalami kesulitan mendengar? Sangat penting bagi Anda untuk mencari solusi cara mengatasinya.

Semakin cepat Anda berbicara dengan dokter tentang masalah pendengaran anak Anda, semakin besar kemungkinan anak Anda untuk mencapai potensi maksimalnya.

Penyebab Gangguan Pendengaran Kesulitan Mendengar Anak

Jika ada bagian telinga yang tidak berfungsi dengan benar, maka hal itu dapat menyebabkan gangguan pendengaran, baik sebagian atau kehilangan pendengaran sepenuhnya. Penyebab spesifik gangguan pendengaran bervariasi dari satu anak ke anak lainnya dan mungkin karena masalah pada sistem pendengaran, saraf, telinga bagian dalam, telinga tengah, atau telinga luar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO , 60% gangguan pendengaran pada masa kanak-kanak dapat dicegah.

Berikut beberapa dari banyak penyebab yang dapat mengganggu pendengaran anak:

Faktor Genetik: Sekitar 40% dari semua masalah pendengaran pada masa kanak-kanak disebabkan oleh genetika. Faktor genetik dapat menyebabkan malformasi di dalam saraf pendengaran atau telinga.

  1. Kondisi Kelahiran: Komplikasi saat lahir dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Masalah kelahiran yang umum termasuk prematuritas, asfiksia lahir (kekurangan oksigen), penyakit kuning, atau berat badan lahir rendah.
  2. Suara Keras: Seorang anak yang terpapar suara keras dapat mengalami gangguan pendengaran. Misalnya, mendengarkan headphone dengan volume keras dalam waktu lama dapat merusak telinga.
  3. Infeksi dan Penyakit: Penyakit pada masa kanak-kanak dapat berperan dalam gangguan
  4. Pendengaran: gondongan, meningitis, campak, atau otitis media. Infeksi telinga juga dapat merusak telinga. Dalam beberapa situasi, gangguan pendengaran untuk sementara disebabkan oleh kotoran telinga yang terlalu banyak atau penumpukan cairan. Membersihkan lilin atau cairan akan memulihkan pendengaran anak.
  5. Pengobatan: Beberapa obat resep memiliki potensi efek samping yang dapat merusak pendengaran, termasuk obat yang digunakan untuk pengobatan kanker, tuberkulosis, malaria, dan infeksi neonatal.

Terkadang, tidak mungkin untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari gangguan pendengaran. Tetapi ahli THT yang berpengalaman akan menyelesaikan pengujian menyeluruh untuk menentukan tingkat keparahan dan penyebab yang dapat diidentifikasi. Informasi ini sangat berharga dalam menangani gangguan pendengaran dan meminimalkan risiko kehilangan pendengaran di masa mendatang.

Gejala Gangguan Pendengaran pada Anak

Anak-anak seringkali dapat beradaptasi dengan perubahan keadaan, itulah sebabnya orang tua tidak selalu memperhatikan tanda dan gejala gangguan pendengaran. Beberapa gejala juga bervariasi tergantung pada usia anak.

Bayi: Gejala Gangguan Pendengaran

Anak-anak: Gejala Gangguan Pendengaran

Saat seorang anak tumbuh, gejala gangguan pendengaran berubah. Seorang anak yang sedang tumbuh mungkin memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda ini, yang mirip pertanda tuli:

Ingatlah bahwa tanda-tanda ini berbeda dari satu anak ke anak lainnya. Jika Anda mencurigai anak Anda mengalami tingkat gangguan pendengaran, maka ada baiknya untuk segera menjadwalkan pemeriksaan pendengaran. Kunjungi pusat alat bantu dengar di Medan Kasoem Hearing Center atau lokasi terdekat Anda.

THT yang berpengalaman dapat membantu orang tua dalam mengidentifikasi bagaimana anak tersebut mencapai tonggak penting untuk komunikasi, belajar, dan bermain. Mungkin saja penundaan pencapaian ini bisa menjadi tanda masalah perkembangan atau gangguan pendengaran.

Skrining untuk Menguji Pendengaran Anak

Yakinlah untuk mengetahui bahwa pemeriksaan pendengaran adalah proses yang sederhana dan tidak menyakitkan. Dokter hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan tes pendengaran awal.

Direkomendasikan agar pendengaran bayi dilakukan skrining pada usia 1 bulan. Seringkali tes ini merupakan prosedur standar di rumah sakit saat anak lahir. Anak-anak harus menjalani tes pendengaran lagi ketika mereka terdaftar di sekolah. Beratnya gangguan pendengaran akan mempengaruhi pengalaman anak saat berkomunikasi dengan orang lain.

Gangguan Pendengaran Ringan: Bahkan gangguan pendengaran ringan dapat menyebabkan anak tidak dapat mendengar pembicaraan dengan kebisingan latar belakang atau mendengar seseorang dari kejauhan.

Gangguan Pendengaran Sedang: Gangguan pendengaran sedang berarti bahwa anak mungkin kesulitan memahami pembicaraan biasa, bahkan ketika mereka berada di lingkungan yang tenang dan dekat dengan pembicara.

Kehilangan Pendengaran yang Berat: Pada tahap ini, anak hanya dapat mendengar suara yang keras, seperti seseorang berteriak, pintu dibanting, atau sirene truk. Kebanyakan pembicaraan percakapan tidak dipahami.

Kehilangan Pendengaran Yang Sangat Besar: Anak mungkin memiliki sedikit atau tidak ada kemampuan untuk mendengar suara-suara. Mereka hanya bisa merasakan suara besar sebagai sensasi getaran.

Jika Anda memerlukan informasi tentang perangkat dengar silahkan hubungi kami, untuk melakukan konsultasi, atau datang langsung ke outlet Kasoem Hearing Center yang tersebar diberbagai kota di Indonesia. Dan jika ada kritik dan saran jangan ragu untuk menyampaikan kepada kami.

×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?
Share via
Copy link
Powered by Social Snap