Gangguan Pendengaran Konduktif dan Pendengaran Sensorineural
linkedin alat dengar facebook alat pengeras suara youtube alat untuk mendengar instagram kasoem abd

Gangguan Pendengaran Konduktif dan Pendengaran Sensorineural


Alat Bantu Dengar Di Jakarta – Gangguan pendengaran pada telinga manusia tentu sangat menganggu, tidak ada satupun individu yang ingin hidup dengan kondisi ini. Jika mengalaminya tentu sifat alami manusia akan mencari cara untuk mengatasinya, sehingga dapat mendengar dengan normal Kembali.

Perlu diketahui jika gangguan pendengaran bisa berupa gangguan pendengaran yang konduktif, gangguan pendengaran yang sensorineural, atau juga kombinasi dari keduanya yaitu gangguan pendengaran konduktif dan juga gangguan pendengaran sensorineural.

Gangguan pendengaran konduktif bisa terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi transmisi suara dari telinga bagian luar ke bagian telinga dalam. Pada gangguan pendengaran sensorineural, suara bisa masuk ke telinga bagian dalam, tetapi kerusakan pada koklea atau sistem saraf pendengaran mencegah penyiapan rangsangan suara.

Gangguan pendengaran campuran merupakan adanya gangguan pendengaran konduktif dan juga gangguan pendengaran sensorineural.

Beberapa Perihal Penyebab Pendengaran Terganggu

Perihal yang dapat menyebabkan kedua jenis gangguan pendengaran tersebut adalah trauma kepala, penuaan, tumor, dan paparan kebisingan. Trauma utama pada bagian mana pun dari telinga tengah, saraf pendengaran atau koklea dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif & gangguan pendengaran sensorineural.

Jika tumor menghalangi konduksi suara dan memengaruhi pemrosesan suara dari koklea atau saraf pendengaran, hal itu dapat menyebabkan gangguan pendengaran campuran. Penuaan bisa juga menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural dan juga gangguan pendengaran konduktif dengan menyebabkan otosklerosis, yang merupakan kekakuan struktur tulang di telinga tengah dan kapasitas saraf koklea atau pendengarannya berkurang karena terus menerus terpapar kebisingan.

Paparan kebisingan berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural. Guncangan akustik dari suara keras seperti ledakan atau berada dalam jarak dekat dari luka tembak yang mematikan dapat menyebabkan gendang telinga berlubang. Gendang telinga bisa menjadi penyebab gangguan pendengaran konduktif. Oleh karena itu, kebisingan dapat menyebabkan kedua jenis gangguan pendengaran tersebut.

Gangguan pendengaran sensorineural serta gangguan pendengaran konduktif dapat dimulai secara tiba-tiba atau muncul secara bertahap. Seseorang mungkin mengalami satu jenis gangguan pendengaran sebelum mengembangkan jenis gangguan pendengaran lainnya. Dalam beberapa kasus, kedua jenis gangguan pendengaran berkembang secara bersamaan.

Setelah individu dengan kedua jenis gangguan pendengaran tersebut dievaluasi oleh dokter atau audiolog, dokter atau audiolog dapat menyarankan pilihan pengobatan berdasarkan tingkat keparahan dan penyebab dari gangguan pendengaran. Beberapa bentuk gangguan pendengaran konduktif dapat diobati dengan pembedahan.

Baca Juga : Jual Alat Bantu Dengar Bluetooth Di Medan

Gangguan pendengaran sensorineural dianggap permanen dan tidak efektif diobati dengan pembedahan. Banyak orang yang mengalami gangguan pendengaran mendapat manfaat dari penggunaan alat bantu untuk mendengar. Perangkat ini dapat Anda temukan di outlet terpercaya Kasoem Hearing Center yang tersebar dibanyak kota besar Indonesia.

Demikian pembahasan tentang Penjelasan Gangguan Pendengaran Konduktif dan Pendengaran Sensorineural, Jika Anda mencari tempat jual alat bantu dengar canggih, atau Anda memerlukan bantuan dan saran berkonsultasi, hubungi kami untuk mendapat  Bantuan , ini bisa menjadi langkah awal untuk Anda terbebas dari gangguan pendengaran.

×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?
Share via
Copy link
Powered by Social Snap