Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran manusia. Tugas utamanya membuat manusia bisa mendengar semua suara atau bunyi. Tapi, saat menjalankan fungsi mendengar, telinga bisa mengalami gangguan seperti tuli mendadak.

Apa itu tuli mendadak?

Hearing Loss Association of America mengungkapkan sudden sensorineural hearing loss (SSHL) atau tuli mendadak merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan pendengaran yang cepat dan tidak ada penjelasannya. Biasanya, tuli mendadak ini terjadi pada satu telinga atau keduanya selama beberapa hari.

Pada umumnya, tuli mendadak baru mereka sadari saat bangun di pagi hari. Kok bisa bangun tidur kehilangan pendengaran?

Studi menjelaskan orang yang memiliki gangguan tidur atau insomnia memiliki peluang lebih tinggi 18 persen terkena penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung dan stroke. Hal tersebut dibandingkan dengan orang yang tidur nyenyak di malam hari.

Sedangkan orang yang berjuang untuk tertidur atau tetap tertidur memiliki risiko sembilan persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Karena, insomnia menyebabkan sirkulasi darah yang buruk ke seluruh tubuh, tak terkecuali telinga bagian dalam yang kompleks.

Bagaimana caranya?

Rambut-rambut kecil atau silia di telinga bagian dalam mendeteksi suara dan mengirimkannya ke otak untuk ditafsirkan. Silia bergantung pada aliran darah yang memadai untuk beroperasi. Ketika aliran darah berkurang karena insomnia, silia bisa rusak. Sehingga, menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Selain insomnia, sleep apnea atau gangguan tidur yang membuat pernapasan berulang kali berhenti memicu kerusakan telinga. Beberapa penelitian menyebut orang dengan sleep apnea sering mengalami peningkatan kadar plak di pembuluh darah mereka, menyempitkan aliran darah serta menyebabkan kerusakan pada telinga.

Sementara itu, pada kasus lain mereka baru menyadari saat akan menggunakan telepon. Sedangkan penderita lainnya mengungkapkan bahwa mereka mendengar bunyi “letupan” yang keras sebelum tuli mendadak.

Selain tanda-tanda tersebut, orang dengan tuli mendadak bisa merasakan hal lain. Misalnya, perasaan penuh di telinga, pusing, dan atau telinga berdenging, seperti tinnitus.

Seseorang menderita tuli mendadak saat tidak bisa mendengar suara 30 desibel (dB) dalam tiga frekuensi yang terhubung dalam 72 jam. Padahal, suara dengan tingkat volume 30 dB adalah suara yang aman untuk telinga manusia. Kondisi tersebut biasanya terjadi secara cepat dan tidak disadari.

Berdasarkan data, sekitar setengah dari orang-orang dengan SSHL bisa mendapatkan kembali pendengarannya secara spontan. Hal tersebut terjadi dalam satu hingga dua minggu sejak onset

Sementara itu, 85 persen mendapatkan pendengaran kembali saat menerima perawatan dari otolaryngologist (dokter, kadang-kadang disebut THT, yang mengkhususkan diri pada penyakit telinga, hidung, tenggorokan, dan leher).

Karena, seringkali hanya menyerang satu telinga saja. Untuk menentukan perawatan yang tepat, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana cara mendiagnosis orang yang mendadak tuli?

National Institute on Deafness and Other Communication Disorder menyebut mendiagnosis tuli mendadak atau sudden sensorineural hearing loss (SSHL) tanpa penyebab yang jelas, yaitu dengan tes pendengaran audiometri nada murni.

Penderita tuli mendadak akan mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis beberapa hari setelah timbulnya gejala. Hal tersebut untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran sensorineural. 

Dengan audiometri nada murni, dokter dapat mengukur seberapa keras frekuensi yang berbeda, atau nada, suara yang dibutuhkan sebelum dapat didengar. Karena, salah satu tanda SSHL adalah hilangnya setidaknya 30 desibel dalam tiga frekuensi yang terhubung dalam waktu 72 jam. Penurunan pendengaran itu akan membuat ucapan percakapan terdengar seperti bisikan. 

Seusai diagnosis tuli mendadak, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan untuk mencoba menentukan penyebab yang mendasarinya. Tes-tes ini mungkin termasuk tes darah, pencitraan (biasanya pencitraan resonansi magnetik, atau MRI), dan tes keseimbangan.

Jika seseorang mengalami perubahan pendengaran yang lebih halus dan tiba-tiba, kemungkinan dia akan menjalani tes lain untuk mendapat diagnosis yang tepat.