Available

Sera Hearing Screener

Sera Hearing Screener

Sera merupakan alat untuk mendeteksi gangguan pendengaran bayi baru lahir yang mengkombinasikan distortion-product otoacoustic emissions (DPOAE), transient evoked otoacoustic emission (TEOAE), dan automatic auditory brainstem response (ABR).

Dengan kemudahan dan kecepatan deteksi potensi gangguan pendengaran, Sera bisa menjadi pilihan untuk setiap program pemeriksaan pendengaran.

Ada tiga versi Sera, yaitu automatic auditory brainstem response (ABRIS), distortion-product otoacoustic emissions (DPOAE), dan transient evoked otoacoustic emission (TEOAE).

1. Sera ABRIS (automatic auditory brainstem response)

Sera automatic auditory brainstem response (ABR) memberikan hasil rujukan yang andal dan mudah ditafsirkan, dalam program skrining pendengaran bayi baru lahir. Solusinya didasarkan pada penelitian klinis yang ekstensif dan pengalaman bertahun-tahun dalam pengujian ABR.

Algoritme ABR otomatis menggunakan teknologi rata-rata untuk memerangi kebisingan di lingkungan pengujian pendengaran. Menggunakan EarCups, Sera membantu mengurangi kebisingan dalam kondisi pengujian pendengaran yang menantang.

  1. Penyaringan ABR otomatis dalam waktu kurang dari 30 detik
  2. Kedua telinga dapat diuji secara bersamaan (pengujian binaural)
  3. Stimulus CE-Chirp yang unik

Spesifikasi Sera ABRIS (automatic auditory brainstem response)

  1. Stimulus type: CE-Chirp200 Hz – 11 kHz
  2. 35 dB nHL
  3. Analysis time: 3 minutes
  4. Internal memory: 250 patient with 50 test each
  5. 8 hour battery life
  6. Transducer: Probe, IP30 with inserts or EarCups
  7. Electrode placement: nap position
  8. Resistive touch screen
  9. Wireless charging and printing
  10. Simultaneously test both ears
  11. Reliable automated ABR
  12. Optimized for noisy environments

2. Sera DPOAE (distortion-product otoacoustic emissions)

Sera TEOAE dan DPOAE dikembangkan oleh sekelompok insinyur yang berdedikasi. Alogritma skrining pendengaran pada bayi dengan Sera TEOAE dan DPOAE mengantarkan tes ke ‘next level’. Deteksi telinga yang dioptimalkan bersama dengan desain probe yang ramping dan ringan memungkinkan pengumpulan hasil OAE yang cepat dan andal.

  1. Rata-rata berat Bayesian
  2. Pemantauan kebisingan selama pengujian
  3. Algoritme deteksi respons yang canggih

Berikut sepesifikasi Sera DPOAE

  1. Stimulus type: click
  2. 2000 to 5000 Hz
  3. Level: L1 = 65 dB SPL, L2 = 55 dB SPL
  4. Analysis time: 60 seconds
  5. Internal memory: 250 patient with 50 test each
  6. 8 hour battery life
  7. Pass criteria (bands): 2 out of 3 out of 4
  8. Transducer: OAE probe (50 and 120 cm)
  9. Resistive touch screen
  10. Wireless charging and printing

3. Sera TEOAE (transient evoked otoacoustic emission)

Berikut spesifikasi Sera TEOAE

  1. Stimulus type: tones 2F1-F2
  2. 1500 to 4000 Hz
  3. Level: 83 dB peSPL, peak to peak calibrated, AGC controlled
  4. Analysis time: 60 seconds
  5. Pass criteria (bands): 3 out of 4, 3 out of 5, 3 out 6
  6. Transducer: OAE probe (50 and 120 cm)
  7. Internal memory: 250 patient with 50 test each
  8. 8 hour battery life
  9. Resistive touch screen
  10. Wireless charging and printing

Always looking for more Unique Talents

Integer eu metus at orci scelerisque rutrum. Vivamus condimentum, ipsum vitae iaculis cursus, turpis nisl ultricies massa.
Open chat
1
Ingin konsultasi lebih dekat?
HELP