Tak hanya anak-anak, orang tua lanjut usia (lansia) juga bisa mendapatkan masalah saat menderita gangguan pendengaran. Hanya saja, dampak yang dialami anak-anak dengan lansia berbeda.

Misalnya, nenek usia 70 tahun mengalami gangguan pendengaran. Dia tinggal bersama keluarganya. Namun, ketika semua anggota berkumpul dan berbincang, ia merasa kesulitan. Dia tidak dapat memahami dan mengerti dengan apa yang dikatakan anak-anaknya.

Saat menonton televisi, ia secara otomatis bakal menaikkan volume sangat tinggi. Lantaran, nenek tersebut tidak bisa mendengar dengan jelas. Anggota keluarga lain akhirnya mengeluh tentang hal itu.

Ia mulai menghindari pertemuan sosial. Ia juga lebih memilih untuk tinggal di kamarnya ketika keluarganya sedang bersenang-senang. Karena, terkadang anggota keluarga yang lebih muda menertawakan dirinya, ketika salah mengerti pertanyaannya atau menjawab dengan salah. Dampak kejadian itu, akan membuat sang nenek terluka dan kesepian.

Seperti dilansir dari Organisasi Kesehatan Manusia (WHO), lansia yang menderita gangguan dengar seharusnya mendapat dukungan dari keluarga. Sebab, saat gangguan pendengaran tidak tertangani kemungkinan akan memengaruhi kesehatan mental, perasaan kesepian, kecemasan, dan depresi. Tak hanya itu, lansia pun berpotensi terisolasi secara sosial.

Untuk mencegah dampak buruk terhadap lansia akibat gangguan pendengaran, segera konsultasi ke dokter terkait. Anda juga bisa menindaklanjuti dengan datang ke pusat alat bantu dengar, misalnya ke Kasoem Hearing Center.

Di sana, Anda dapat mengonsultasikan keluhan terkait gangguan pendengaran secara gratis. Tim Kasoem Hearing Center akan memberikan pelayanan maksimal dan mencari solusi agar Anda dapat mendapatkan pendengaran dengan baik.

Kasoem Hearing Center #mendengarduatelingalebihbaik

Foto: Pixabay/11358888/Ilustrasi lansia