Alat bantu dengar (ABD) atau hearing aid devices adalah perangkat elektronik yang dikenakan di telinga. ABD membantu memperkuat suara yang memungkinkan seseorang yang menderita gangguan pendengaran dapat mendengar lebih baik.

ABD terdiri dari tiga komponen utama, yaitu mikrofon, amplifier, dan speaker. Mikrofon bekerja menerima suara dan mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik untuk dikirimkan ke amplifier. Kedua, amplifier bertugas meningkatkan kekuatan sinyal dan mengirimkan suara ke speaker. Terakhir, speaker bertugas membuat suara tersebut lebih keras ke telinga.

Ada berbagai tipe ABD dengan bermacam-macam bentuk, warna, dan ukuran. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Behind-the-ear (BTE)

Behind-the-ear (BTE) terdiri dari dua bagian, yaitu alat bantu dengar (ABD) dan cetakan telinga (earmold) yang disatukan oleh tabung tipis dan bening:

  • alat bantu dengar diletakkan di atas dan di belakang telinga;
  • cetakan telinga masuk ke telinga.

Seperti dilansir dari National Institute on Deafness Other Communication Disorder dan Mayo Clinic, BTE diklaim cocok untuk semua usia dan segala jenis gangguan pendengaran dengan alasan sebagai berikut.

  • Secara tradisional telah menjadi tipe alat bantu dengar terbesar; meskipun muncul desain-desain baru yang ukuranya lebih kecil
  • Memiliki mikrofon arah
  • Mampu melakukan lebih banyak amplifikasi daripada model lainnya
  • Dapat menangkap lebih banyak suara angin daripada model lainnya
  • Tersedia dengan baterai isi ulang
  1. In-the-ear (ITE)

Alat bantu dengar in-the-ear (ITE) memiliki ukuran lebih kecil dan bentuknya dibuat khusus agar sesuai dengan ukuran telinga orangnya. Ada dua model ITE, pertama yang mengisi sebagian besar area berbentuk mangkuk di telinga luar (cangkang penuh).

Kedua yang hanya mengisi bagian bawah (setengah cangkang). Keduanya tersedia dengan mikrofon terarah (dua mikrofon untuk pendengaran yang lebih baik dalam kebisingan).

ITE bisa digunakan untuk gangguan dengar ringan hingga berat. Hanya saja, tidak bisa dipakai oleh anak kecil karena casing harus sering diganti seiring pertumbuhan telinga. Adapun kelebihan dan kekurangannya, yaitu sebagai berikut.

  • Berisi fitur yang tidak muat pada alat bantu dengar model yang lebih kecil, seperti kontrol volume
  • Lebih mudah ditangani
  • Menggunakan baterai yang lebih besar untuk masa pakai baterai yang lebih lama, dengan beberapa opsi untuk baterai yang dapat diisi ulan
  • Rentan terhadap kotoran telinga yang menyumbat speaker
  • Dapat menangkap lebih banyak suara angin daripada perangkat yang lebih kecil
  • Lebih terlihat di telinga daripada perangkat yang lebih kecil.