Gangguan pendengaran adalah kodisi ketika seseorang tak mampu mendengar, sebaik orang lain yang memiliki pendengaran normal. Gangguan pendengaran ini dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga.

Mereka yang menderita gangguan pendengaran harus menjalani pemeriksaan untuk mendiagnosis seberapa besar derajat pendengarannya. Sehingga, dapat ditentukan apakah akan memasang alat bantu dengar (ABD) atau cochlear implant pada telinganya.

Selain memakai perangkat untuk membantu pendengaran, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) orang-orang di sekitar harus ikut mendukung dengan melakukan tindakan positif. Tindakan tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Jangan berteriak ketika berbicara dengan orang yang mengalami gangguan pendengaran. Bicaralah dengan suara jelas dan perlahan-lahan.
  2. Berdiri di tempat yang pencahayaannya baik. Jadi, orang yang menderita gangguan dengar dapat melihat wajah ketika Anda berbicara.
  3. Jangan melebih-lebihkan atau mendistorsi gerakan bibir. Sebab, hal ini dapat mempersulit orang tersebut untuk mengikuti apa yang dikatakan.
  4. Cobalah untuk meminimalkan kebisingan latar belakang, terutama di sekolah dan di tempat kerja. Karena suara bising yang keras dapat mempersulit seseorang dengan gangguan pendengaran untuk mendengar, bahkan ketika mereka menggunakan alat bantu dengar.
  5. Jika ada orang dengan gangguan pendengaran dalam kelompok (sosial, keluarga atau pekerjaan) pastikan orang berbicara satu per satu. Hal ini memungkinkan orang dengan gangguan pendengaran untuk dilibatkan dalam percakapan.