Gangguan pendengaran akan memengaruhi kehidupan sehari-hari jika tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, bayi, anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia) harus menjalani tes gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran merupakan masalah yang umum dijumpai di masyarakat. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia, paparan terhadap bunyi yang terlalu tinggi, atau penyakit tertentu. Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mendengar, berkomunikasi, dan menikmati kegiatan sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tingkat keparahan gangguan pendengaran yang terjadi dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran meliputi Otoacoustic Emissions (OAE), Auditory Brainstem Response Test (ABR), Pure Tone Audiometry (PTA) dan lainnya . Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang tes-tes tersebut dan bagaimana cara melakukannya.

Tes Gangguan Pendengaran

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara umum ada tiga jenis tes untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat keparahan gangguan pendengaran, yaitu di antaranya sebagai berikut.

1. Otoacoustic Emissions (OAE) atau Automated Auditory Brainstem Response (AABR)

Otoacoustic emissions (OAE) atau automated auditory brainstem response (AABR) dapat dilakukan pada bayi dan anak-anak hingga usia lima tahun. Tapi, orang dewasa juga bisa menjalani pemeriksaan ini.

Tes bisa dilakukan ketika pasien sedang tidur. Karena, pemeriksaan hanya perlu memasangkan sumbat telinga yang mengeluarkan beberapa jenis bunyi. Kemudian, sel-sel rambut di telinga bagian dalam luar koklea akan mengeluarkan bunyi yang kemudian akan direkam oleh alat OAE.

Ketika bayi yang menjalani tes OAE gagal dua kali berturut-turut atau lebih, dia akan dikirimkan untuk melakukan tes respons batang otak pendengaran.

Tes OAE untuk mengetahui seberapa baik telinga bagian telinga bagian dalam atau koklea (saluran berbentuk seperti siput dengan 2,5 lingkaran atau spiral yang membentuk dua pertiga putaran dan mengitari pusat tulang yang disebut modiolus) menjalankan fungsinya.

2. Auditory Brainstem Response Test (ABR)

Auditory brainstem response test (ABR) biasanya hanya tersedia di pusat-pusat khusus. Seringkali bayi akan dibius saat menjalani tes ini. Sedangkan, tes untuk orang dewasa dilakukan pasien yang tidak kooperatif.

Pada pemeriksaan ini pasien akan memakai headphone dan memakai elektroda yang ditempelkan di area belakang telinga dan dahi yang terhubung dengan komputer. Aktivitas gelombang otak sebagai respons terhadap suara yang didengar melalui earphone akan terekam.

Baca Juga : Mengenal Tuli Mendadak atau Sudden Sensorineural Hearing Loss

3. Pure Tone Audiometry (Audiometri Nada Murni)

Pemeriksaan audiometri nada murni dilakukan untuk anak-anak yang berumur lebih dari lima tahun dan orang dewasa. Tes sederhana menggunakan the pure tone audiometry (PTA) ini untuk mengetahui ambang pendengaran, jenis, dan derajat ketulian.

Dalam pemeriksaan pasien akan diminta mendengarkan beberapa jenis suara dengan nada yang berbeda-beda. Mulai dari suara dengan volume sangat keras sampai paling kecil di masing-masing telinga. Audilog pun akan meminta pasien yang mendengarkan nada-nada tersebut untuk merespons ketika dapat mendengarnya.

Selain tiga tes di atas, ada pemeriksaan lain untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran. Misalnya untuk bayi dan anak-anak ada play audiometry test, Behaviour Observation Audiometry (BOA), dan lain-lain. Sementara untuk orang dewasa ada Hearing in Noise Test (HINT).

Bagaimana memastikan kondisi pendengaran? Segera datang ke rumah sakit atau pusat kesehatan, seperti Kasoem Hearing Center. Di sana, tim Kasoem Hearing Center akan menjawab keluhan terkait gangguan pendengaran secara gratis.

Tim juga akan memberikan pelayanan maksimal dan mencari solusi agar pasien dapat mendapatkan pendengaran dengan baik. Anda juga dapat menghubungi melalui customer service Kasoem Hearing Center di nomor 081-817-9910.

Kasoem Hearing Center #mendengarduatelingalebihbaik