Telinga bertugas sebagai organ pendengaran dan keseimbangan dalam tubuh manusia. Tapi, telinga kadang eror saat menjalankan fungsinya. Hal tersebut, diduga karena ada penyakit yang menyerang.

Beberapa indikasi penyakit pada telinga, antara lain yaitu telinga terasa sakit, keluar cairan dari telinga, telinga terasa berat terus menerus, telinga berdenging, dan kesulitan dalam mendengar.

Agar penyakit telinga yang tidak semakin parah, maka harus dilakukan pemeriksaan ke dokter. Seusai pemeriksaan dan ke luar diagnosis biasanya dokter akan memberi pengobatan tergantung sifat penyakitnya. Perawatan medis untuk penderita penyakit telinga, yakni dengan minum obat-obatan atau obat tetes telinga atau operasi telinga.

Pengobatan penyakit telinga sejak dini ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat mencegah atau membalikkan gangguan pendengaran apa pun penyebabnya.

Berikut contoh merawat telinga yang mengeluarkan cairan.

  1. Dry mopping

Dry mopping (dibuat dari kapas yang dililitkan ke kayu tipis berbentuk stik kecil) digunakan untuk membersihkan telinga ketika mengeluarkan cairan. Bentuknya memang menyerupai cotton buds, tapi cotton buds tidak boleh dimasukkan ke dalam telinga karena terlalu besar dan kapas yang dililitkan pada stiknya terlalu padat.

  1. Tissue wick

Cara lain untuk membersihkan telinga dengan menggunakan tissue wick. Aplikator terbuat dari sepotong kecil kain katun atau selembar kertas tisu yang lembut dan kuat. Tisu tidak boleh tipis seperti tisu toilet, karena bisa sobek di telinga.

  1. Obat tetes telinga

Obat tetes telinga bisa menjadi salah satu pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit telinga. Resep ini diberikan dokter dan seharusnya efektif untuk beberapa penyakit telinga.