Dalam rangka memperingati Pekan Tuli Internasional 2026, telah diselenggarakan Seminar Parenting dengan tema “Mengubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan untuk Meraih Kesuksesan” pada Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi orang tua dan masyarakat untuk mendapatkan wawasan mengenai pentingnya dukungan terhadap anak dengan hambatan pendengaran. Sebab, setiap anak memiliki potensi untuk berkembang ketika mendapatkan lingkungan, pendampingan, dan kesempatan yang tepat.
Acara berlangsung pada pukul 08.00–11.30 WIB di Aula Dieng BP2KLK, Jalan Elang Raya No. 2, Tembalang.
Mengubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan
Memiliki hambatan pendengaran bukan berarti seorang anak tidak dapat berkembang dan meraih cita-citanya.
Namun, proses tumbuh kembang anak dengan gangguan pendengaran membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan terdekat. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan akses komunikasi, pendidikan, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Melalui Seminar Parenting Pekan Tuli Internasional 2026, pesan tersebut menjadi bagian penting dari tema yang diangkat.
Pendekatan yang tepat dapat membantu orang tua melihat kemampuan anak secara lebih luas. Bukan hanya dari keterbatasan yang dimiliki, tetapi juga dari potensi, minat, dan kekuatan yang dapat dikembangkan.
Dengan demikian, orang tua tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri anak.
Menghadirkan Narasumber dari Berbagai Latar Belakang
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang berbeda. Kehadiran mereka memberikan perspektif yang lebih beragam mengenai pendampingan dan pengembangan potensi anak.
Narasumber pertama adalah Dani Ramdani, M.CIAud, Audiologist Kasoem. Sebagai audiologis, perspektif mengenai pendengaran dan kebutuhan anak menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Selanjutnya, seminar menghadirkan dr. Pujo Widodo, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Oto.(K) sebagai keynote speaker. Beliau merupakan dokter THT yang memberikan perspektif medis dalam kegiatan tersebut.
Narasumber lainnya adalah Gustian Hafidh Mahendra, S.E, seorang tunarungu. Kehadirannya memberikan sudut pandang langsung dari pengalaman seorang individu tunarungu dalam menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan.
Perbedaan latar belakang para pembicara membuat pembahasan parenting dapat dilihat dari beberapa sisi, mulai dari pendengaran, kesehatan, hingga pengalaman personal.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak dengan Gangguan Pendengaran
Dukungan orang tua merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan anak dengan gangguan pendengaran.
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu memahami kondisi anak dan mencari informasi yang sesuai agar dapat menentukan langkah pendampingan yang tepat.
Selain itu, komunikasi antara orang tua, tenaga profesional, dan lingkungan pendidikan juga penting. Kolaborasi tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan anak.
Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, belajar, berkomunikasi, dan mengambil peran dalam lingkungannya.
Dengan dukungan yang konsisten, anak dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun rasa percaya diri.
Bukan Sekadar Keterbatasan, tetapi Juga Potensi
Tema “Mengubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan untuk Meraih Kesuksesan” mengingatkan bahwa kondisi seseorang tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran untuk melihat masa depannya.
Anak dengan gangguan pendengaran tetap memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Dukungan keluarga dan lingkungan dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
Karena itu, pemahaman orang tua mengenai gangguan pendengaran menjadi hal yang penting. Semakin baik pemahaman yang dimiliki, semakin terbuka pula kesempatan untuk memberikan dukungan yang sesuai.
Pendekatan ini juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Anak tidak hanya didorong untuk beradaptasi dengan lingkungan, tetapi lingkungan juga perlu belajar memahami kebutuhan anak.
Semangat Inklusi dalam Pekan Tuli Internasional 2026
Pekan Tuli Internasional menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kehidupan, kebutuhan, dan potensi komunitas Tuli.
Melalui kegiatan edukatif seperti seminar parenting, informasi mengenai pendengaran dan pendampingan anak dapat semakin mudah dipahami oleh keluarga.
Lebih dari itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi.
Bagi orang tua, pemahaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memberikan dukungan yang lebih tepat kepada anak.
Membangun Masa Depan Anak Bersama
Seminar Parenting Pekan Tuli Internasional 2026 menjadi salah satu bentuk edukasi yang mengajak orang tua untuk melihat potensi anak secara lebih menyeluruh.
Dukungan terhadap anak dengan gangguan pendengaran tidak berhenti pada penggunaan perangkat atau pemeriksaan pendengaran. Pendampingan juga mencakup komunikasi, pendidikan, lingkungan keluarga, serta kesempatan bagi anak untuk berkembang sesuai potensinya.
Karena itu, perjalanan setiap anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Kasoem Hearing Center terus berkomitmen menghadirkan edukasi seputar pendengaran dan memberikan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebutuhan terkait kesehatan pendengaran.
Melalui semangat “Mengubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan untuk Meraih Kesuksesan”, mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih mendukung agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depannya.


