Tinnitus adalah kondisi yang menyebabkan telinga mendengar bunyi atau suara seperti berdering, berdengung, gemuruh, mengklik, desis, dan bersenandung. Hanya saja, persepsi bunyi tersebut, dapat didengar oleh penderitanya, bukan orang lain.

Seperti dilansir dari Cleveland Clinic belum ada data pasti, apa yang menyebabkan seseorang menderita tinnitus. Tapi, pada umumnya mereka yang menderita gangguan dengar, kemungkinan terkena tinnitus juga.

Selain itu, beberapa penyakit penyerta menjadi pemicu munculnya tinnitus. Penyedia kesehatan memperkirakan ada sekitar 200 kondisi kesehatan yang berbeda yang merangsang perkembangannya. Berikut beberapa contohnya.

1. Gangguan sendi temporomandibular (TMJ)

Gangguan sendi temporomandibular merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan atau iritasi pada otot dan persendian.

2. Benda asing masuk bersarang di telinga

Tak hanya penyakit, masuknya benda asing ke dalam telinga dapat menyebabkan tinnitus. Contohnya, saat seseorang mencoba membersihkan telinga dengan pulpen atau pensil. Hal tersebut, tak akan membuat telinga bersih, malah membuat gendang telinga pecah

3. Kotoran telinga (serumen) yang berlebihan

Kotoran telinga yang menumpuk karena tak dibersihkan dapat menyumbat telinga. Sehingga, akan memengaruhi pendengaran.

4. Alergi

Alergi tertentu juga yang dapat mempengaruhi infeksi pada telinga. Sebab, ketika alergi berlangsung dapat menyebabkan tuba eustachius meradang hingga bengkak. Jika sudah demikian, timbul cairan yang dapat membuat suara tidak sampai ke telinga.

5. Schwannoma vestibular (neuroma akustik)

Tumor jinak (non-kanker) ini mempengaruhi saraf yang terhubung ke otak dan mengatur keseimbangan dan pendengaran. Orang yang memiliki neurofibromatosis tipe 2 sering memiliki schwannomas vestibular.

6. Otosklerosis

Pada bagian tengah, terdapat tiga tulang kecil yang terhubung ke gendang telinga untuk membantu memperkuat gelombang suara. Namun, tulang-tulang tersebut tumbuh secara tidak normal. Akhirnya membuat seseorang menderita kelainan.

Adapun kondisi lain yang memengaruhi munculnya gejala tinnitus, yaitu sebagai berikut.

  • Penuaan. Gangguan pendengaran terkait usia (presbikusis) mempengaruhi 1 dari 3 orang dewasa di atas usia 65 tahun.
  • Paparan suara keras atau ledakan. Hal ini dapat terjadi dari waktu ke waktu atau dari satu insiden. Paparan musik yang sangat keras atau bekerja di lingkungan yang sangat bising dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus.
  • Obat ototoksik. Ada berbagai macam obat yang dapat merusak telinga. Jika khawatir tentang tinnitus, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan tentang efek samping obat dan alternatifnya.
  • Penyakit Meniere. Gangguan telinga kronis ini memengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Tinnitus pada umumnya memengaruhi sekitar 15 sampai 20 persen orang dan kebanyakan menyerang orang dewasa atau orang tua lanjut usia. 

Orang yang menderita tinnitus dapat mendengar suara bervariasi. Mereka bisa mendengar nada dari raungan terendah hingga jeritan tinggi. Bahkan, dalam beberapa kasus, suara yang didengar penderita bisa sangat keras sampai mengganggu kemampuan  berkonsentrasi atau mendengar suara eksternal. 

Selain itu, periode suara yang mereka dengar pun berbeda-beda. Bisa jadi terdengar sepanjang waktu atau mungkin hanya beberapa kali saja.